Artikel Bebas – Softskill

HIV/AIDS

I care , do you ?

Believe it or not , dalam periode 9 bulan saja (1 Januari – 30 September 2006) , Indonesia harus merelakan 2.129 penduduknya menjadi penderita HIV/AIDS ! Parahnya , UNAIDS memperkirakan akan terdapat 11 juta kasus HIV/AIDS baru di wilayah Asia Timur dan Pasifik pada tahun 2010 ini . Kalau kita terus menutup mata terhadap angka – angka mengerikan ini , bisa – bisa ramalan UNAIDS akan menjadi kenyataan . Have you cared enough ?

Banyak orang yang mempercayai mitos – mitos menyesatkan tentang HIV dan AIDS . Padahal , mitos – mitos itu justru mengecoh kita dan membuat penyebarannya pun semakin luas . Jadi , jangan percaya begitu saja , tapi cek dulu kebenaran mitos tersebut !

AIDS bisa disembuhkan ,

Highly Active Anti – Retroviral Therapy (HAART) memang bisa menstabilkan gejala AIDS , tapi ngga bisa menyembuhkan penderita AIDS maupun HIV . Sampai dengan tahun ini , vaksin HIV belum ditemukan , walaupun banyak banget riset yang sudah dan masih dilakukan . Memang , ada beberapa penderita HIV yang berhasil sembuh , setelah melalui serangkaian pengobatan . Tapi jumlahnya sedikit banget . Mungkin perbandingannya hanya satu dari 50 juta kasus infeksi HIV di seluruh dunia !

Seorang penderita AIDS , bisa sembuh setelah berhubungan seks dengan seorang perawan ,

Syahdan , pada abad keenambelas , tersebar mitos di kalangan masyarakat Eropa , bahwa seorang penderita AIDS yang tertular penyakita tersebut melalui hubungan seksual , bisa menyembuhkan dirinya dengan cara menularkan penyakitnya itu kepada seorang perawan , lewat hubungan seksual juga ! Pada tahun 2000 , tercatat 21.000 kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak – anak di Afrika Selaatan , diyakini karena dipicu oleh mitos ini ! Tentu saja mitos ini SALAH BESAR ! Boro – boro bisa sembuh , tapi justru akan semakin menyebabkan penyakit AIDS .

HIV = AIDS

Salah , nih ! AIDS (Acquaired Immune Defiency Syndrome) adalah sebuah gejala , reaksi dan infeksi yang berhubungan dengan penurunan system kekebalan tubuh dalam jumlah tertentu . Walaupun HIV (Human Immunodeficiency Virus) umumnya dianggap sebagai penyebab AIDS , nggak semua orang yang dinyatakan terkena HIV+, akan secara otomatis menderita AIDS . KArena , HIV biasanya baru bereaksi setelah beberapa tahun kemudian .

HIV hanya akan menginfeksi kaum homoseksual dan pengguna obat – obatan terlarang,

HIV bisa menginfeksi siapa saja , termasuk bayi . Memang , pelaku anal sex (melakukan hubungan seks melalui anus) , berisiko lebih besar terinfeksi HIV . Baik cowok maupun cewek .

AIDS bisa menular lewat kontak langsung dengan pengidap HIV,

Nggak juga , kita ngga bakal terinfeksi HIV lewat kontak kita sehari – hari dengan penderita HIV , seperti saat bersalaman tangan atau memeluknya , memakai toilet atau minum dari gelas yang sama dengan pengidap HIV . Begitu juga ketika mereka batuk atau bersin di dekat kita , bahkan berciuman pun dinilai cukup aman . Tapi , kalau si pengidap , atau bahkan , kedua pihak yang berciuman , mempunyai luka di bagian mulut , misal luka pada gusi atau bahkan sedang sariawan , maka akan berisiko tinggi .

MENDETEKSI HIV/AIDS

AIDS (Acquaired Immune Defiency Syndrome) adalah penyakit yang disebakan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang merusak system kekebalan tubuh manusia . Virus ini membuat tubuh kita menjadi rentan terhadap berbagai penyakit . Virus HIV yang masuk ke dalam tubuh nggak langsung memperlihatkan gejala – gejala penyakit AIDS . Makanya kebanyakan orang yang sudah terinfeksi virus HIV masih kelihatan sehat sehingga terkadang mereka nggak sadar kalau sudah terinfeksi . Setelah 5-10 tahun berada di dalam tubuh manusia barulah virus ini menimbulkan gejala AIDS , seperti cepat capek , diare , radang paru – paru , dan kanker kulit . Makanya , untuk mengetahui seseorang terinfeksi HIV , harus melalui tes darah .

Tes darah HIV dapat dilakukan di rumah sakit dan beberapa yayasan AIDS yang menyediakan tempat untuk tes . Tempat tes darah HIV ini biasa disebut klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) . Orang yang ingin dites harus datang secara sukarela dan mendapatkan konseling dari psikolog atau sukarelawan . Konseling biasanya dilakukan sebelum dan sesudah tes darah . Konseling sebelum tes gunanya untuk membantu orang yang melakukan tes mempersiapkan diri . Sedangkan konseling setelah tes adalah untuk memberitahu hasil tes dan langkah – langkah yang harus dilakukan selanjutnya .

ELISA Test

ELISA test mendeteksi HIV dengan cara memeriksa ada tidaknya antibody (reaksi ketahanan tubuh) terhadap virus HIV . Kalau ternyata ditemukan ada zat antibody virus HIV di dalam tubuh berarti orang tersebut telah terinfeksi HIV . Biasanya ELISA Test ini dilakukan 2-3 kali karena setelah terinfeksi virus , tubuh manusia memerlukan waktu 3-6 bulan untuk membuat zat antibody . Jadi , kalau pada tes pertama hasilnya negatif maka akan dilakukan tes kedua 3 bulan kemudian untuk memastikan kembali hasil tes pertama . Tes darah HIV paling sering dilakukan dengan menggunakan metode ELISA karena murah biayanya . Beberapa yayasan AIDS bahkan menyediakan layanan ELISA Test secara gratis .

Western Blot Test

Setelah melakukan ELISA Test dan hasilnya positif , maka perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan Western Blot Test untuk lebih memastikan lagi bahwa adanya virus HIV di dalam tubuh . Western Blot Test dilakukan untuk memeriksa kadar protein HIV di dalam tubuh dan tingkat ketahanannya terhadap antibody . Jadi , Western Blot Test merupakan tes lanjutan untuk membuktikan keakuratan hasil ELISA Test .

Rapid Test

Rapid Test sebenarnya mirip dengan ELISA Test , yaitu dengan memeriksa antibody virus HIV . Bedanya Rapid test lebih cepat diketahui hasilnya , lebih mudah dilakukan dan sekaligus dapat memperlihatkan kualitas dari antibody dari virus HIV itu . Tapi , menurut Dr. Toha Muhaimin dari Yayasan Pelita Ilmu , biasanya Rapid Test tidak direkomendasikan untuk dilakukan terutama untuk orang – orang yang berisiko tinggi seperti ibu hamil karena tingakat kesalahannya lebih tinggi dibandingkan metode yang lain .

Viral Load Test

Viral Load Test adalah metode tes darah HIV yang canggih . Tes ini tidak seperti ELISA Test dan Rapid Test yang mendeteksi HIV melalui antibody yang dikeluarkan tubuh . Viral Load Test dapat mendeteksi keberadaan virus HIV secara langsung dan hasilnya pun akurat banget . Selain ini , Viral Load Test juga dapat menghitung jumlah virus HIV yang ada di dalam tubuh sehingga dapat diketahui sejauh mana penyebarannya . Tapi , metode tes darah ini mahal banget harganya jadi jarang digunakan oleh klinik VCT .

HIV/AIDS THE SILENT KILLER

Virus HIV/AIDS ‘beredar’ dengan sangat smooth . Bahkan nih , ada kasus dimana orang yang berperilaku sehat sekalipun , bisa terserang virus mematikan ini . Dengan kata lain , virus yang belum ada obatnya ini , bisa menyerang siapa saja , termasuk kita ! Begini nih cara virus itu menyerang kita , kalau kita nggak hati – hati …

Puberitas bikin emosi kita sering meledak – ledak dan pengen nyoba semua hal tanpa banyak pikir panjang . Nggak salah juga sih , namanya juga masih muda … tapi nih , seringnya kita nggak berpikir lebih panjang dan cuma mengandalkan emosi saja dalam mengambil keputusan . Tanpa kita menyadari resiko yang bisa mengancam masa depan kita .

Jalan 1 :

  • Jadi popular , itu adalah mimpi banyak orang . Sayangnya pilihan ini dicapai dengan cara instant . Salah satu contohnya , bergaul dengan cara dan orang yang salah , yang ‘menjanjikan’ bisa cepat beken tapi akhirnya malah menjebak kita untuk jadi target potensial HIV/AIDS .
  • Piercing dan tato , jadi pilihan hiasan tubuh biar kita makin ‘sangar’ , keren , dan gaul . Hati – hati juga dengan jarum yang dipakai untuk men-tato di tattoo parlour , karena kadang lupa diganti .
  • Nggak ada jenis narkoba apapun yang bebas zat adiktif . Tubuh yang ketagihan narkoba bikin kita rela sharing jarum suntik dengan siapapun demi dapat ‘asupan’.
  • Anemia , luka yang nggak sembuh – sembuh dan daya tahan tubuh yang makin lemah . Inilah hasil ‘keteledoran’ kita setelah 5-10 tahun kemudian .
  • The final destination buat kita yang nggak hati –hati = kuburan .

Jalan 2 :

  • Hidup ini bisa dijalani sendiri kok ! Ngapain buang –buang waktu jadi anak gaul . Sekolah , les , bikin pe-er , that’s it !
  • Sosialisasi ? Sekali – kali ikutan nyumbang darah saja buat orang yang membutuhkan .
  • Siapa sangka , kalau lewat transfusi darah , HIV/AIDS bisa bersarang di tubuh kita . Cuma karena darah tercemar nggak lolos ‘screening’ oleh pihak rumah sakit .
  • Anemia , luka yang nggak sembuh – sembuh dan daya tahan tubuh yang makin lemah . Inilah hasil ‘keteledoran’ kita setelah 5-10 tahun kemudian .
  • The final destination buat kita yang nggak hati –hati = kuburan .

Jalan 3 :

  • Saat puberitas , ketertarikan pada lawan jenis makin terasa . Dicolek dikit sama cowok , rasanya berbunga – bunga ! Apalagi kalau cowok itu nembak dan jadi pacar kita .
  • Pacaran bikin mabuk kepayang ! Apapun akan kita korbankan demi mengikat dia di sisi kita . Walaupun ada rasa sedikit nggak rela , ‘kebablasan’ pacaran tetap terasa indah meskipun banyak resikonya .
  • Putus cinta bikin dunia amburadul . Kita kan sudah terlanjur nyerahin segalanya ! Kok si dia tega sih ninggalin kita ? Lebih lagi , begitu tahu si dia ternyata membawa virus HIV/AIDS . Tahu begini , dari dulu kita nolak dia , deh .
  • Anemia , luka yang nggak sembuh – sembuh dan daya tahan tubuh yang makin lemah . Inilah hasil ‘keteledoran’ kita setelah 5-10 tahun kemudian .
  • The final destination buat kita yang nggak hati –hati = kuburan .

1001 CARA MELAWAN HIV/AIDS

Penyakit mematikan , tapi belum ada obatnya .

UNAIDS mengumumkan bahwa setiap 11 detik sekali , satu orang tewas akibat AIDS . Dan bahwa satu orang tertular virus AIDS setiap hitungan 6 detik . Data mengenai penyakit yang mematikan ini memang mengkhawatirkan banget . Dan parahnya , sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang bisa benar – benar menyembuhkan penyakit yang satu ini ! Untungnya , tim dokter dari seluruh dunia tetap berupaya menemukan penangkal maupun penyembuh AIDS . Sudah sejauh mana penemuan mereka ?

HAART

Pengobatan HAART (Highly Active Anti – Retroviral Theraphy) sudah dilaksanakan sejak tahun 1996 . Dan sampai sekarang , metode ini merupakan metode pengobatan yang paling sering dipakai karena terbukti banyaknya pasien yang mengalami perkembangan signifikan setelah melakukan HAART ini . Dalam pengobatan ini , mau nggak mau pasien harus minum paling sedikit tiga jenis obat yang berbeda supaya virus HIV tersebut nggak berkembang menjadi AIDS . HAART memang bisa menstabilisasi keadaan si pasien dan mencegah penyebaran virus ke seluruh tubuh , tapi tetap aja pengobatan ini nggak bisa menyembuhkan si pasien dari HIV . Dan begitu pengobatan ini dihentikan , maka virus HIV tersebut akan semakin gencar menyerang tubuh si penderita . Sayangnya , harganya yang mahal banget dan aksesnya yang terbatas (hanya terdapat di Amerika dan Eropa) membuat obat ini nggak terjangkau oleh mayoritas penderita HIV/AIDS di Negara – nerara berkembang .

A3G

A3G bukan nama obat , tapi nama enzim dalam tubuh kita . Yup , ternyata tubuh kita juga punya senjatanya sendiri dalam melawan AIDS ! Tim peneliti dari University of Rochester Medical Center menemukan bahwa ternyata enzim APOBEC-3G (A3G) yang terdapat dalam sel darah putih berfungsi untuk membabat infeksi HIV . A3G bekerja dengan cara ‘memotong’ kode genetik HIV setiap kali virus ini memperbanyak dirinya . Tapi virus HIV juga nggak kalah cerdik . Virus mematikan ini juga bisa mengeluarkan molekul – molekul yang me-nonaktifkan enzim A3G ini . Makanya kini tim peneliti sedang berusaha keras untuk menemukan bagian mana dari enzim A3G tersebut yang bisa dikembangkan untuk kekebalan tubuh kita .

T20

T20 adalah obat antivirus HIV yang paling maju saat ini . Hanya dengan dua kali penyuntikan dalam sehari , obat ini bisa mencegah virus mematikan ini memasuki sel kekebalan tubuh . Para ahli kesehatan berharap agar obat baru ini bisa digandakan supaya bisa melawan penyebaran HIV/AIDS di seluruh dunia . Sayangnya , Dr. Robert Siliciano dari Universitas John Hopkins menyatakan bahwa obat ini hanya dapat mengendalikan virus AIDS dan memperlambat perkembangannya saja . Jadi , kita nggak bisa bergantung sepenuhnya sama T20 ini .

Catatan :

  • Kondom nggak hanya milik kaum adam aja . Kini juga tersedia kondom untuk cewek yang dipakai dengan cara memasukannya ke dalam vagina . Mengutip pendapat World YWCA (Young Women’s Christian Association)  , “Female condoms remain the only tool for HIV prevention that women can initiate and control .”
  • Cowok yang di-khitan ternyata 60% lebih kecil risikonya terinfeksi HIV !

About sycintyacitradenanda

look at me , you may think you see who I really am , but youll never know me . I am now in a world where I have to hide my heart and what I believe in . but somehow , I will show the world whats inside my heart and be loved for who I am . "I am LIMITED EDITION" View all posts by sycintyacitradenanda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: