Gardiner Greene Hubbard

Penemuannya kini menjadi salah satu saluran televisi favorit di dunia. Majalahnya telah dicetak dalam 31 bahasa dan dibaca 360 juta orang tiap bulannya. Padahal, awalnya ia cuma niat bikin komunitas yang bisa berbagi pengetahuan dunia pada masyarakat.

Itulah selintas cerita tentang Gardiner Greene Hubbard, sang penemu National Geographic. Sejak lulus kuliah hukum di Boston, Washington DC, minat Hubbard, kelahiran 25 Agustus 1822, terhadap masalah sosial memang makin terlihat. Ia rela meninggalkan gelar sarjana hukumnya demi memimpin pembuatan jalur mobil pertama untuk mendukung pembangunan Kota Cambrige.

Beberapa tahun kemudian, Hubbard menikah dan punya seorang putri bernama Mabel. Suatu hari, Mabel terjangkit scarlet fever berat yang membuatnya tuli. Di zaman itu, sekolah untuk tuna rungu masih jarang sekali. Untungnya, Hubbard ketemu sekolah khusus tuna rungu yang dipimpin Alexander Graham Bell, si penemu telepon. Tidak disangka, Hubbard ternyata cocok sama Bell yang ‘gila’ pengetahuan seperti dirinya. Kecocokan itu, bikin Hubbard rajin mendukung penelitian Bell dan ikut andil mendirikan Bell Telephone Conpany. Bahkan Hubbard sempat jadi kepala sekolah di Clarke School of the Deaf sebagai kontribusinya terhadap masalah tuna rungu.

Setelah Bell menikah dengan Mabel, Hubbard ingin membuat sesuatu yang baru lagi. Bersama 32 orang temannya, di tanggal 27 Januari 1888, ia mendirikan National Geographic Society, salah satu organisasi pendidikan dan ilmiah non-profit terbesar di Amerika Serikat. Komunitas yang terdiri dari kumpulan ilmuwan, bisnisman dan pendidik ini punya misi mempublikasikan penemuan-penemuan hebat sebagai pengetahuan bagi masyarakat luas.

Sembilan bulan setelahnya, Hubbard mendirikan National Geographic Magazine. Majalah ini mengangkat berita seputar geografi, ilmu popular, budaya dan momen bersejarah plus perkembangannya di dunia. Sayangnya, sembilan tahun kemudian Hubbard meninggal dunia dan menyerahkan kepemimpinannya pada menantunya, Bell. Untuk mengenang jasanya, National Geographic Society membuat The Hubbard Medal, penghormatan terhadap tokoh ilmu pengetahuan dunia. Salah satu penerima medali ini adalah Neil Armstrong, orang pertama yang berhasil menjelajahi bulan.

 

* ‘kegilaan’ keluarga Hubbard akan pengetahuan, mungkin mengalir pada darah keturunannya. Lafayette Ronald Hubbard, misalnya, ia adalah penemu aliran scientology, kepercayaan yang dianut Tom Cruise belakangan. Scientology adalah aliran kepercayaan yang menganggap ilmu alam dan teknologilah yang mengatur dunia.

 

About sycintyacitradenanda

look at me , you may think you see who I really am , but youll never know me . I am now in a world where I have to hide my heart and what I believe in . but somehow , I will show the world whats inside my heart and be loved for who I am . "I am LIMITED EDITION" View all posts by sycintyacitradenanda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: