Pembatasan BBM dan Akibatnya bagi Perdagangan

Pendahuluan

Setiap tahunnya , angka jumlah pengguna kendaraan pribadi semakin meningkat . Ini menyebabkan penggunaan bahan bakar minyak semakin tinggi . Dari sini lah pemerintah memutuskan untuk membatasi penggunaan bahan bakar bersubsidi mulai April mendatang . Premium dan solar bersubsidi hanya boleh dikonsumsi oleh mobil pelat kuning , sepeda motor , roda tiga dan perahu nelayan . Jelas saja , hal ini memiliki sisi positif dan negatifnya .

Penjelasan

Akibat dari penggunaan BBM yang tinggi maka pemerintah mulai gencar untuk membatasi penggunaan BBM bersubsidi kepada semua kendaraan plat hitam . Disebut sebut pada april mendatang akan diberlakukannya hal tersebut . Alasan pemerintah adalah karena harga minyak dunia yang mencapai 100 dollar AS per barrel , juga karena konsumsi BBM pada tahun 2010 melebihi jatah APBN . Rencana ini bertujuan untuk menghemat anggaran Negara , kurang dari Rp 5 triliun .

Diakui , penerapan pembatasan BBM bersubsidi tidak mudah karena mengingat kemampuan ekonomi pengguna pengendara pribadi beragam . Seharusnya BBM bersubsidi diberikan kepada rakyat yang memang perlu disubsidi . Disamping itu , perlu kesiapan infrastruktur dan sarana penunjang agar program tersebut terlaksana secara benar dan tepat . Lalu , dampaknya ? Memang ada dampak sosial , ekonomi , dan politik , imbas dari pembatasan BBM bersubsidi bagi masyarakat mampu . Di samping itu , nantinya akan ada kenaikan harga barang dan jasa, kenaikan inflasi, kenaikan suku bunga, penurunan investasi, peningkatan pengangguran, penurunan daya beli rakyat, dan akan menambah jumlah rakyat miskin. Bagi mereka yang menggunakan mobil plat hitam untuk usahanya pasti akan menderita juga karena harus mengeluarkan biaya 2x lipat . Hal ini akan berujung pada harga barang dan jasa yang meningkat . Namun, dampak negatifnya jauh lebih besar dengan mendorong inflasi dan potensi penyimpangan penggunaan BBM bersubsidi oleh masyarakat. Saat ini Bappenas tengah melakukan kajian dan simulasi terkait gejolak harga minyak dan dampak yang mungkin ditimbulkan . Maka itu , studi soal rencana ini harus diperkuat dulu .

Pemerintah tetap mewaspadai gejolak ekonomi yang timbul akibat kenaikan harga minyak dunia . Ketika harga minyak naik , biaya produksi dan distribusi bahan pangan dimungkinkan terdorong naik . Itulah sebabnya kebijakan pembatasan BBM bersubsidi belum diputuskan dan masih ditinjau ulang bergantung hasil kajian .

Disebutkan , program yang sedianya berlaku mulai 1 April ini ditunda . Terkait kemungkinan penundaan pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi lebih mengarah pada pengaruhnya yang berdampak ganda (multiplier effect) pada perekonomian nasional jika dipaksakan berlaku April 2011 . Jika dipaksa dijalankan , kebijakan itu akan memengaruhi harga pangan . Namun , apabila tidak diberlakukan , beban subsidi pemerintah akan bertambah berat . Harusnya alokasi dana untuk program pembangunan , tapi justru lari lebih banyak ke subsidi . Ini berat bagi pemerintah . Diprediksi , kemungkinan pemberlakuan pembatasan BBM bersubsidi menunggu harga minyak dunia kembali stabil .

Anggaran subsidi 2011 diperkirakan membengkak seiring tren kenaikan harga minyak dunia dan belum terealisasinya kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi . Anggaran subsidi dalam APBN 2011 dialokasikan Rp187,624 triliun . Dari jumlah itu , pemerintah mengalokasikan subsidi energi Rp136,614 triliun . Sedangkan subsidi nonenergi dalam APBN 2011 sebesar Rp 51,010 triliun . Anggaran subsidi diperkirakan membengkak sebagai akibat dari lonjakan harga minyak yang sudah mencapai USD100 per barel dan belum dilakukannya program penghematan BBM bersubsidi .

Kajian akademik yang dilakukan pemerintah juga harus melihat kondisi psikologi dari masyarakat , termasuk mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat luas . Karena itu , jika pengaturan BBM ini tidak dapat direalisasikan pada April nanti , bukan berarti tidak akan berlanjut . Ini karena pengaturan terhadap BBM sangat diperlukan agar subsidi yang diberikan tepat sasaran .

Kesimpulan

Pembatasan BBM Bersubsidi Tak Efektif. Rencana pembatasan penggunaan BBM bersubsidi yang akan diterapkan mulai April 2011 ini hanya menghemat anggaran negara kurang dari Rp 5 triliun. Total subsidi BBM pada APBN 2011 sebesar Rp 93 triliun diperkirakan membengkak akibat lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional yang mencapai 100 dolar AS per barel. Meski mobil pribadi menghabiskan 14 juta kiloliter BBM bersubsidi , atau hampir Rp 28 triliun pada 2010, pembatasan BBM pada kelompok ini hanya akan menjadi diskusi publik dan hanya akan mendiskreditkan pemerintah. Di lain sisi, pembatasan penggunaan BBM bersubsidi harus dilakukan pemerintah mengingat makin terbatasnya cadangan minyak bumi dan subsidi untuk BBM yang terus membengkak. Di lain pihak, kajian untuk memberikan subsidi pertamax terkait daya beli masyarakat yang masih rendah serta harga minyak dunia yang masih berfluktuasi.

About sycintyacitradenanda

look at me , you may think you see who I really am , but youll never know me . I am now in a world where I have to hide my heart and what I believe in . but somehow , I will show the world whats inside my heart and be loved for who I am . "I am LIMITED EDITION" View all posts by sycintyacitradenanda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: