Tugas Softskill 2 (Perilaku Konsumen)

BAB I

PENDAHULUAN

Seiring dengan meningkatnya tingkat hidup masyarakat, maka kebutuhan masyarakat terhadap barang juga akan semakin meningkat. Oleh sebab itu, tidak bisa dipungkiri bahwa pembangunan ekonomi membutuhkan sarana komunikasi yang memadai dan canggih yang sesuai dengan kebutuhan manusia untuk saling berkomunikasi. Hal ini semakin membawa pengaruh terhadap perilaku mereka dalam memilih barang yang akan mereka beli yang mereka anggap paling sesuai dan benar-benar dapat memenuhi kebutuhan dan dapat memuaskan mereka.

Fasilitas yang lengkap dengan teknologi yang mutahir, perangkat yang mudah untuk diperbaiki dan didapat, serta bergaransi dapat menjadikan handphone tersebut sebagai pilihan yang terbaik. Namun ketika konsumen akan memilih produk, mereka juga dipengaruhi oleh banyak faktor. Pandangan yang berbeda dari tiap konsumen yang berbeda atas kinerja yang dihasilkan menyebabkan ketidakmerataan jumlah peminat diantara handphone-handphone yang beredar.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Di dalam memilih suatu barang tentu saja ada proses pengambilan keputusan oleh pembeli. Setelah konsumen menerima pengaruh dalam kehidupannya maka mereka sampai pada keputusan membeli atau menolak produk. Pemasar dianggap berhasil kalau pengaruh-pengaruh yang diberikannya menghasilkan pembelian dan atau dikonsumsi oleh konsumen. Keputusan konsumen, tingkatan-tingkatan dalam pengambilan keputusan, serta pengambilan keputusan dari sudut pandang yang berbeda bukan hanya untuk menyangkut keputusan untuk membeli, melainkan untuk disimpan dan dimiliki oleh konsumen.
Konsep Keputusan

Keputusan adalah suatu pemilihan tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif. Bila seseorang dihadapkan pada dua pilihan, yaitu membeli dan tidak membeli tapi memilih membeli, maka dia ada dalam posisi membuat keputusan. Semua orang mengambil keputusan setiap hari dalam hidupnya tanpa disadari. Dalam proses pengambilan keputusan, konsumen harus melakukan pemecahan masalah dalam kebutuhan yang dirasakan dan keinginannya untuk memenuhi kebutuhan dengan konsumsi produk atau jasa yang sesuai.

Tahap-Tahap Proses Pengambilan Keputusan Pembelian

Menurut Engel, dkk (1994 : 59), ada 5 tahap dalam pengambilan keputusan pada konsumen, yaitu :

a. Pengenalan Masalah (Problem Recognition)

Adanya keadaan ideal sesungguhnya terjadi pada suatu saat, hal ini digerakkan oleh timbulnya motif dalam rangka mencapai tujuan, sehingga masalahnya disadari. Dan selanjutnya menentukan apa yang diperbuat.

b. Meneliti (Search)

Pada tahap ini yang dilakukan adalah mengingat alternatif-alternatif yang telah dikenal untuk mengadakan pilihan.

c. Evaluasi Alternatif

Jika telah meneliti atau telah mengingat apa yang telah diketahui konsumen harus mengevaluasi alternati-laternatif yang ada sehingga timbul keinginan untuk membeli.

d. Pemilihan

Memilih alternatif yang paling baik atau yang paling sesuai diantara alternatif yang ada.

e. Hasil (outcome)

Pada saat ini konsumen menilai akibat dan pengaruh dari pengambilan keputusan yang dibuat oleh keputusan tersebut.

Aspek-Aspek Pemilihan Keputusan
• Produk yang murah – Produk yang lebih mahal
• Pembelian yang sering – Pembelian yang jarang
• Keterlibatan rendah – Keterlibatan tinggi
• Kelas produk dan merek kurang terkenal- Kelas produk dan merek terkenal
• Pembelian dengan pertimbangan dan – Pembelian dengan pertimbangan
• Pencarian yang kurang matang dan pencarian intensif

Analisis Pengambilan Keputusan oleh Konsumen

Ada empat sudut pandang dalam menganalisis pengambilan keputusan konsumen, yaitu :
1. Sudut Pandang Ekonomis

Konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional, yang mengetahui semua alternative produk yang tersedia dan harus mampu membuat peringkat dari setiap alternative yang ditentukan dipertimbangkan dari kegunaan dan kerugiannya serta harus dapat mengidentifikasikan satu alternatif yang terbaik, disebut economic-man.

2. Sudut Pandang Kognitif

Konsumen sebagai cognitive man atau sebagai problem solver. Kosumen merupakan pengolah informasi yang selalu mencari dan mengevaluasi informasi tentang produk dan gerai. Pengolah informasi selalu berujung pada pembentukan pilihan, terjadi inisiatif untuk membeli atau menolak produk. Cognitive man berdiri di antara economic man dan passive man, seringkali cognitive man punya pola respon terhadap informasi yang berlebihan dan seringkali mengambil jalan pintas, untuk memenuhi pengambilan keputusannya (heuristic) pada keputusan yang memuaskan.

3. Sudut Pandang Emosianal

Menekankan emosi sebagai pendorong utama, sehingga konsumen membeli suatu produk. Favoritisme buktinya seseorang berusaha mendapatkan produk favoritnya, apapun yang terjadi. Benda-benda yang menimbulkan kenangan juga dibeli berdasarkan emosi. Anggapan emotional man itu tidak rasional adalah tidak benar. Mendapatkan produk yang membuat perasaannya lebih baik merupakan keputusan yang rasional.
Model Sederhana Untuk Menggambarkan Pengambilan Keputusan Konsumen
Pengaruh Eksternal

Usaha-usaha pemasaran pemasaran Lingkungan social budaya, seperti :
• keluarga
• sumber informal
• sumber non komersial
• kelas sosial
• budaya dan sub budaya

Pengambilan Keputusan Pada Konsumen
a. Sadar akan kebutuhan
b. Mencari sebelum membeli
c. Mengevaluasi alternatif

Area psikologis
a. Motivasi
b. Persepsi
c. Pembelajaran
d. Kepribadian
e. Sikap

Perilaku Setelah Keputusan Pembelian
a. Percobaan
b. Pembelian ulang

Tiga Faktor Yang Mempengaruhi Pilihan Konsumen

1. Konsumen Individu

Pilihan merek dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi atas karakteristik merek, dan sikap ke arah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.

2. Pengaruh Lingkungan

Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh budaya (norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen), grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi) dan faktor menentukan yang situasional (situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).

3. Marketing Strategy

Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah barang, harga, periklanan dan distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran. Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen.

 

Proses Terjadinya Keputusan Pembelian

Terdapat tahapan-tahapan sebelum seorang konsumen memutuskan untuk membeli atau menunda pembelian terhadap suatu barang. Rangkaian tahapan ini disebut sebagai decision making process. Sebelumnya, terdapat motivasi dan involvement yang melatarbelakangi decision making process. Motivasi dan involvement sendiri dipengaruhi oleh kondisi psikologis (misalnya cara pembelajaran), kondisi situasional (misalnya kondisi keluarga, kelompok acuan, budaya, kelas sosial) dan aktivitas kognitif (misalnya personality, self concept).

Decision making process dimulai dari keadaan saat ini (actual state) yang akhirnya menginginkan perubahan dalam hidupnya (desired state). Misalnya Shera menginginkan sebuah handphone baru merk Blackberry Dakota (desired state) padahal sebelumnya sudah mempunyai handphone Sony Ericson (actual state). Pemilihan merek Blackberry Dakota sendiri muncul setelah melewati evaluation of alternatives, yakni menimbang-nimbang antara merek yang satu dengan merek yang lain yang terdiri dari merek yang sudah ada dalam kepala dan ada kemungkinan akan dibeli (evoked set), merek yang ada dalam kepala konsumen namun tidak akan dibeli (inert set) dan merek yang tidak diketahui konsumen (inept set). Selanjutya, dari sini terjadilah pertentangan antara actual state dan desired state yang disebut sebagai significant different. Dari proses significant different apabila hasilnya negatif berarti Shera sudah merasa berada dalam ideal state. Apabila hasilnya positif akan menuju proses selanjutnya yakni problem definition. Dalam proses ini, Shera akan memastikan kembali apakah ia benar-benar membutuhkan handphone tersebut atau cukup dengan handphone yang sudah ada saat ini. Problem definition berlanjut menimbulkan hasil pemikiran yang disebut effect of problem definition. Dalam tahap terakhir ini, keputusan final Shera apakah ia akhirnya menunda pembelian handphone baru (hold) atau mencari informasi lebih lanjut mengenai handphone Blackberry Dakota (information search).

Proses itu kemudian tidak berhenti sampai disitu, terdapat langkah selanjutnya dalam information search. Dalam information search, terdapat dua bagian, yakni internal dan eksternal. Internal berarti informasi suatu produk muncul dari dalam dirinya sendiri, misalnya pernah membeli barang tersebut sebelumnya. Sedangkan eksternal, berarti informasi didapatkan di luar diri, misalnya lewat tvc, obrolan dengan teman, atau bisa juga pengaruh keluarga. Hal ini berhubungan dengan the hierarchy of effect yang terbagi dua, yakni high involvement hierarchy yang membutuhkan informasi lebih jauh  dengan mencari informasi lebih lanjut (eksternal) dan low involvement of effect yang membutuhkan informasi yang lebih sedikit yakni informasi yang sudah ada di dalam diri saja (internal).

Selanjutnya, masuk ke dalam purchase decision, misalnya akhirnya Shera memutuskan untuk membeli Blackberry Dakota. Purchase decision ini dipengaruhi oleh motive arousal. Misalnya Shera membeli handphone tersebut kondisi situasional yang menginginkan keadaan lebih baik dengan membeli barang yang lebih baik. Selain itu, pembelian handphone itu, dapat memperkuat self concept Shera sebagai gadget freak yang ingin tampil beda.

Setelah akhirnya suatu barang selesai dibeli, akan masuk ke tahap berikutnya yakni Post-Purchase Behavior. Pada tahap ini, pembelian yang sudah dilakukan ditinjau kembali, apakah timbul rasa puas atau tidak. Misalnya kembali ke contoh atas, setelah Shera akhirnya membeli Blackberry Dakota, muncul ketidakpuasan dalam dirinya, karena  handphone tersebut tidak memiliki ketahanan batre yang lama yang akhirnya membuat Shera tidak puas (dissatisfaction). Pembelian yang dilakukan konsumen untuk membeli suatu produk dipengaruhi oleh beberapa hal, baik dari atribut-atribut produk dan perilaku pembeli konsumen itu sendiri. Fenomena yang dapat dilihat dari perilaku pembelian konsumen di Indonesia. Menunjukkan adanya kecenderungan tersebut. Konsumen lebih mempertimbangkan kesan yang diperoleh dari pembelian, kesesuaian dengan psikologis konsumen, maupun pertimbangan-pertimbangan lain dibandingkan dari manfaat produk yang diperoleh.

Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan barang yang ditawarkan. Menurut Kotler (1997:162) ada lima tahap proses pengambilan keputusan pembelian. Pertama analisis atau pengenalan kebutuhan. Kedua pencarian informasi. Ketiga evaluasi alternative. Keempat keputusan membeli, yaitu dalam tahap evaluasi konsumen memberi tingkatan merek dan menimbulkan niat untuk membeli.

Kelima perilaku pasca pembelian. Pembeli merasa puas atau tidak puas dalam proses pembelian terletak pada hubungan antara penilaian suatu produk dan harapan konsumen. Apabila produk tidak sesuai harapan, konsumen merasa tidak puas. Bila produk memenuhi harapan konsumen, konsumen merasa puas. Dan apabila produk melebihi harapan konsumen, konsumen akan merasa sangat puas.

Faktor yang mempengaruhi pembelian dan proses keputusan membeli tidak terjadi dengan sendirinya, masalah kebudayaan, demografis, sosial, individu (karakteristik pribadi), dan psikologis.

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dalam menentukan sebuah pilihan, konsumen tidak bisa dengan mudah menentukan pilihan cepat, butuh menaksir, menyeleksi, memilih, dan sebagainya. Setelah itu seorang pembeli akan dapat menjatuhkan pilihannya.

 

Saran

1. Bagi perusahaan agar tetap meningkatkan dan mempertahankan kualitas produknya, sehingga pembeli / konsumen tetap terjaga.

2. Meningkatkan kualitas, sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Karena faktor ini yang akan dipertimbangkan konsumen dalam mempersepsikan kualitas produk sehingga produk dapat lebih unggul dibanding dengan produk pesaing.

3. Dengan adanya hubungan kualitas produk dan harga dengan keputusan kualitas produk, dimana hal ini bersifat sementara sehingga harus selalu mengikuti perkembangan pasar dan posisi produk dalam situasi pasar secara keseluruhan.

 

sumber : http://inawan.multiply.com/journal/item/132

About sycintyacitradenanda

look at me , you may think you see who I really am , but youll never know me . I am now in a world where I have to hide my heart and what I believe in . but somehow , I will show the world whats inside my heart and be loved for who I am . "I am LIMITED EDITION" View all posts by sycintyacitradenanda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: